Featured

INILAH ALASAN KALAU TRAVELING JANGAN MEMBELIKAN OLEH-OLEH.

by - April 06, 2019


Musim liburan hampir tiba, beberapa di antara kalian (termasuk saya) yang akan memanfaatkan momen ini untuk traveling jauh-jauh pasti sudah mulai merencanakan perjalanannya. Uang sudah dikumpul untuk membelikan tiket pesawat, pesan hotel, hingga pesan trip tour di lokasi pun sudah.

Tapi tahu tidak, apa yang sering tiba-tiba menguras uangmu? Yap, oleh-oleh dari orang sekitarmu. Bisa pacar, sahabat, keluarga, hingga bos atau dosen pun memiliki kemungkinan memintakan oleh-oleh kalau tahu kamu traveling. Rasanya pun bagi masyarakat kita selalu menganggap 'traveling kurang afdol kalau tidak membeli oleh-oleh'. Kebanyakan juga dari mereka, kalau tidak dikasih oleh-oleh ada yang ngambek, menyebalkan sekali. Padahal kita jalan-jalan untuk kesenangan kita sendiri, dengan uang kita sendiri, atau jatah absen kuliah/cuti kantor sendiri, kita yang harus menyenangkan mereka. Sirik apa gimana sih?

Perlu tidak sih membelikan oleh-oleh kepada mereka? Jawabannya: Tidak!

Kenapa? Ini alasannya...

Dikira traveler itu orang kaya kali


Saya dan adik-adik saya berpose dengan Sigale-gale dengan kain khas Samosir, sekitar tahun 2014 di Pulau Samosir.
Traveler seperti saya adalah traveler miskin yang dana travelingnya juga dari nabung, projek freelance dan minta sama orang tua. Masih banyak traveler-traveler sejenis saya, atau mirip-mirip. Bahkan untuk jalan-jalan pun terkadang hitchhike atau nebeng kendaraan orang. Oke, bahasa gaulnya backpacker.

Keuangan sangat terbatas, dan tujuannya demi diri sendiri (dan traveler yang satu grup sama kita). Kita tidak pernah tahu, di tempat yang akan kita kunjungi ini berapa uang yang harus dikeluarkan. Belum lagi buat yang belum memesan hotel, apakah lo tega sama teman lo enggak bisa tidur? Okelah kalau urusan hotel bisa dinomor duakan, lantas bagaimana dengan uang makannya yang habis karena harus membelikanmu oleh-oleh? Apakah kami harus makan rumput yang bergoyang?

Traveling itu ada batas waktunya, jangan dibatasin lagi dengan oleh-oleh


Begini ya sobat-sobat sirik yang minta oleh-oleh terus. Kita ini kan liburan ya, ada durasinya juga sampai kapan kita di kota orang. Bisa jadi pula yang berlibur ini hanya mengikuti jadwal itinerary trip tour, atau mereka sudah merencanakan kemana mereka akan pergi ke tempat lain dalam waktu yang singkat.

Tentunya waktu mereka tidak banyak di negeri orang. Kalau dikasih PR untuk belanja ini itu sesuai kemauan kamu, ya kali mereka bisa kagebunshin no jutsu supaya bisa menyebar dan melakukan hal yang berbeda demi kamu (dan mereka yang meminta oleh-oleh lainnya).

Kalau kamu mau membelikan oleh-oleh, kasih yang kamu anggap spesial saja


Untuk kamu traveler yang ngotot mau membelikan oleh-oleh yang sempat waktu dan uangnya, itu tidak masalah. Tapi untuk menghindari pemborosan, belilah oleh-oleh hanya untuk orang yang kamu anggap paling spesial. Ingat ya, yang kamu anggap paling spesial.

Kenapa kata spesialnya ditekankan? Supaya subjektif buat kamu, siapa yang menurutmu paling spesial diantara yang spesial-spesial. Karena semua teman-temanmu merasa dirinya paling spesial, padahal enggak spesial-spesial amat dalam kontribusi hidupmu. Bisa sahabat, pacar (suami/istri), orang tua, dan saudara kandung. Untuk gebetan, tidak termasuk! karena gebetan yang cintanya bikin kita bertepuk sebelah tangan itu enggak ada kontribusinya sama sekali, kecuali rasa sakit! Mending tunggu jadi pacar benaran saja. APALAGI MANTAN!



*Maaf ada curhatan sedikit 🙏, kapan-kapan saya cerita di sini ya 😉.

Oleh-oleh bisa menyinggung perasaan lho!


Ya, beberapa orang ada yang tidak bisa menerima oleh-oleh. Biasanya orang-orang yang tidak bisa menerima oleh-oleh itu tersinggung. Umumnya mengapa mereka tersinggung adalah karena banyak hal, beberapa di antaranya mereka yang tidak bisa jalan-jalan, atau iri sama kita, bahkan yang diam-diam membenci kita.

Kita tahu sendiri dunia ini memang banyak drama, tapi begitulah. Hati-hati kepada orang sekitarmu, bisa jadi dia memendam rasa benci padamu atau iri pada perjalananmu.

Maaf traveler itu bukan jasa antar paket yang banyak space


Ini untuk sobat-sobat yang minta oleh-oleh mulu, tolong dibaca ya. Mungkin kamu merasa bahwa cuma kalian yang nitip dibelikan oleh-oleh, jawabannya tidak, masih banyak teman-temannya si traveler ini yang minta dibelikan oleh-oleh. Kalau semuanya minta dan menuntut untuk dibelikan oleh-oleh, temanmu yang traveling itu mau taruh itu benda di mana? Okelah kalau barangnya kecil, kalau besar dan enggak nanggung-nanggung? Taruh di kardus? Duh, temanmu sedang liburan, bukan sedang diusir dari rumah.

Belum lagi oleh-oleh ini lumayan bebannya. Pikirkan bagaimana teman kalian akan berjuang membawa oleh-oleh kalian supaya sampai di tangan kalian, belum lagi kalau di pesawat harus masuk bagasi dan membayar. Apalagi kalau dari luar negeri, temanmu yang sedang traveling ini harus berurusan dengan pajak dan bea cukai. Duh, rempong.

***

Nah itu baru alasannya, terus solusinya? Ya untuk meringankan temanmu yang sedang traveling, mending jadikan jastip saja. Untuk traveler, saya sarankan pura-pura budek saat ditanya atau disuruh beli oleh-oleh, bisa juga dengan trik senyumkan saja lalu lupakan seperti angin lalu.

You May Also Like

0 komentar